Edward Calvin Kendall (South Norwalk, 8 Maret 1886 - 4 Mei 1972) ialah seorang kimiawan Amerika Serikat yang bersama dengan Philip S. Hench danTadeus Reichstein, memenangkan Hadiah Nobel dalam Kedokteran pada tahun 1950 atas riset mengenai struktur dan efek biologis hormon korteks adrenal yang dilakukan di Mayo Clinic. Ia diakui untuk penemuan hormon kortison. Ia menerima gelar B.S., M.A. dan Ph.D. dalam kimia dari Universitas Columbia berturut-turut pada tahun 1908, 1909 dan 1910.
Kendall Elementary School, di Norwalk, dinamai menurut namanya.
[Source]
Edward Calvin Kendall - Tokoh Ilmuwan Kimia
di 01.00 0 komentar
Paracelsus - Tokoh Ilmuwan Kimia
Paracelsus (Einsiedeln, Swiss, 11 November atau 17 Desember 1493 - 24 September 1541) adalah Alkimiawan, Dokter, Astrologer, dan Ahli Okultisme dari Swiss. Terlahir dengan nama Phillip von Hohenheim, ia merubah namanya menjadi Philippus Theophrastus Aureolus Bombastus von Hohenheim dan belakangan menjadi Paracelsus, yang berarti "sama atau lebih hebat dari Celsus", seorang dokter Romawi dari abad ke-1.
Paracelsus adalah pionir penggunaan zat kimia dan mineral dalam kedokteran. Ia sering pula dianggap sebagai bapak toksikologi.
[Source]
Andreas Libavius - Tokoh Ilmuwan Kimia
Andreas Libavius adalah seorang dokter, kimiawan, filsuf, serta pemikir dari Jerman. Ia dilahirkan pada tahun 1555 di Halle, Jerman dengan nama Andreas Libau, dan meninggal pada 25 Juli 1616 di Coburg, Jerman. Dia bekerja sebagai pengajar di Ilmenau dan Coburg. Pada tahun 1588 dia diangkat sebagai profesor di Jena. Pada tahun 1597 ia menulis buku kimia sistematis pertamanya, Alchemia yang berisikan instruksi pembuatan berbagai asam kuat. Kadangkala ia menulis dengan nama Basilius de Varna.
[Source]
di 12.27 0 komentar
Edward Doisy - Tokoh Ilmuwan Kimia
Dr. Edward Adelbert Doisy (3 November 1893 - 23 Oktober 1986) merupakan seorang biokimiawan Amerika Serikat, ia menerima Penghargaan Nobel dalam Fisiologi atau Kedokteran pada tahun 1943 bersama Henrik Dam karena penelitian vitamin K dan struktur kimianya.
Doisy lahir di Hume, Illinois pada tanggal 3 November 1893. Ia menyelesaikan gelar A.B.-nya pada tahun 1914 dan M.S. pada 1916 dari Universitas Illinois di Urbana-Champaign. Ia juga menyelesaikan gelar Ph.D. pada tahun 1920 di Universitas Harvard.
Selama beberapa tahun, Doisy menjadi profesor di Universitas Saint Louis dan memiliki beberapa kerabat di kampus medis sekolah tersebut.
Ia juga bersaing dengan Adolf Butenandt dalam penelitian estronein 1930. Mereka berhasil meneliti substansi tersebut tetapi Butenandt diberikan Penghargaan Nobel dalam Kimia pada tahun 1939.
[Source]
di 18.20 0 komentar
Henrik Carl Peter Dam - Tokoh Ilmuwan Kimia
Carl Peter Henrik Dam (lahir 21 Februari 1895 – meninggal 17 April 1976 pada umur 81 tahun), biokimiawan Denmark yang bersama dengan Edward Doisy menerima Penghargaan Nobel dalam Fisiologi atau Kedokteran pada 1943 untuk penemuan Vitamin K. Pada 1941 ia diangkat sebagai profesor di Polyteknisk Læreanstalt, yang kini adalah Danmarks Tekniske Universitet.
[Source]
Susumu Tonegawa - Tokoh Ilmuwan Biologi
Susumu Tonegawa (Tonegawa Susumu, lahir 6 September 1939) ialah seorang ilmuwan Jepang yang memenangkan Penghargaan Nobel dalam Fisiologi atau Kedokteran pada tahun 1987 untuk "penemuannya atas asas genetika untuk pembangkitan ragam antibodi." Meski memenangkan Hadiah Nobel untuk karyanya dalam imunologi, Tonegawa ialah seorang biolog molekuler yang dilatih. Di tahun-tahun terakhir, ia banting minat ke basis molekuler dan selular atas pembentukan memori.
Tonegawa terkenal karena menjelaskan mekanisme genetika dalam sistem kekebalan adaptif. Untuk mencapai keragaman antibodi yang diperlukan untuk melindungi terhadap tiap jenis antigen, sistem kekebalan akan memerlukan jutaan pengkodean gen untuk antibodi-antibodi yang berbeda, jika setiap antibodi dikodekan oleh 1 gen. Sebagai gantinya, seperti yang ditunjukkan Tonegawa dalam serangkaian penelitian yang berawal pada tahun 1976, materi genetik dapat menyusun diri untuk membentuk kesatuan luas antibodi yang tersedia. Membandungkan DNA sel B (sejenis sel darah putih) pada anak tikus dan tikus dewasa, ia mengamati bahwa gen dalam sel B dewasa pada tikus dewasa dipindahkan ke sekeliling, direkombinasi, dan dihilangkan untuk membentuk keragaman kawasan antibodi yang tersedia.
Tonegawa lahir di Nagoya, Jepang dan masuk ke Sekolah Tinggi Hibiya, Tokyo. Ia menerima gelar sarjana dari Universitas Kyoto pada tahun 1963. Ia menerima gelar doktor dari Universitas California, San Diego. Ia mengerjakan karya pascadoktoral di Salk Institute, San Diego, di laboratorium Renato Dulbecco, lalu bekerja di Lembaga Imunologi Basel, Basel, Swiss, di mana ia mengerjakan eksperimen imunologi. Pada tahun 1981, ia menjadi profesor di Institut Teknologi Massachusetts, mendirikan dan memimpin Picower Institute for Learning and Memory, MIT.
Pada 2006, Tonegawa dituntut karena pembatasan perekrutan kandidat staf pengajar muda wanita di McGovern Institute for Brain Research, satuan neurosains MIT lainnya, dengan menginformasikannya bahwa mereka mungkin akan menjadi pesaing di MIT. Dalam sebuah surat kepada Presiden MIT Susan Hockfield, 11 profesor wanita di MIT yang masih menjabat meminta investigasi atas perlakuan yang mungkin tak beretika. Sebuah investigasi oleh komite internal MIT menyampaikan laporan kepada pembantu rektor, yang bersama pimpinan menulis surat kepada komunitas MIT. Komite itu tak menemukan bukti atas prasangka jender. Pada tanggal 17 November 2006, Tonegawa mengumumkan pengunduran dirinya sebagai direktur Picower Institute for Learning and Memory, efektif sejak 31 Desember 2006.
[Source]
di 16.55 0 komentar
Robert Koch - Tokoh Ilmuwan Biologi
Heinrich Hermann Robert Koch (11 Desember 1843 - 27 Mei 1910) adalah seorang dokter Jerman. Dia menjadi terkenal setelah penemuan anthrax bacillus (1877), tubercle bacillus (1882), dan kolera bacillus (1883) dan pengembangan postulat Koch. Dia diberikan Penghargaan Nobel dalam Fisiologi atau Kedokteran pada 1905 dan dianggap sebagai pendiri bakteriologi.
Robert Koch dilahirkan di Clausthal, Jerman sebagai seorang anak pejabat pertambangan. Dia belajar medis dibawah Jacob Henle di Universitas Gottingen dan tamat pada 1866. Dia kemudian bekerja di Perang Perancis-Prusia dan kemudian menjadi opsir medis di distrik Wollstein. Bekerja dengan alat yang sangat terbatas, dia menjadi salah satu pendiri ilmu bakteriologi, satunya lagi adalah Louis Pasteur.
Setelah Casimir Davaine menunjukkan transmisi langsung anthrax bacilus di antara sapi, Koch mempelajari anthrax lebih dekat lagi. Dia menemukan metode untuk memurnikan basilus dari sampel darah dan mengembangkan kultur murni. Dia menemukan bahwa, anthrax tidak dapat hidup di luar inang atau hospes dalam waktu yang lama, namun dapat membuat spora yang dapat bertahan lama. Spora-spora ini, tertanam dalam tanah, adalah penyebab dari merebaknya anthraks yang spontan dan tidak dapat dijelaskan. Dia mempublikasikan hasil penemuannya pada 1876 dan dihargai pekerjaan di "Kantor Kesehatan Istana" di Berlin pada 1880.
Di Berlin, dia meningkatkan metode yang dia pakai di Wollstein, termasuk teknik pencemaran dan pemurnian, dan media pertumbuhan bakteri, termasuk piring agar dan cawan petri (dinamakan setelah J.R. Petri), keduanya masih digunakan sampai sekarang. Dengan teknik-teknik tersebut, dia dapat menemukan bakteri yang menyebabkan tuberkulosis (Mycobacterium tuberculosis) pada 1882 (dia mengumumkan penemuannya pada 24 Maret). Tuberkolosis adalah penyebab dari satu dalam tujuh kematian di pertengahan abad ke-19. Pentingnya penemuannya meningkatkan taraf Koch menjadi setaraf dengan Louis Pasteur dalam riset bakteriologi.
Pada 1883, Koch bekerja dengan tim riset dari Prancis di Alexandria, Mesir, mempelajari kolera. Koch mengidentifikasi bakterium vibrio yang menyebabkan kolera, meskipun dia tidak pernah membuktikannya dalam eksperimen. Pada 1885, dia menjadi profesor higinitas di Universitas Berlin, dan kemudian, pada 1891, direktur di Institut Penyakit Menular (Institute of Infectious Diseases) yang baru didirikan, dia mundur dari posisi tersebut pada 1904. Dia kemudian mulai berkeliling dunia, mempelajari penyakit ini di Afrika Selatan, India, dan Jawa.
Kemungkinan sama pentingnya dengan penemuan tuberkolosis yang membuatnya dihargai penghargaan Nobel, adalah Postulat Koch, yang menyatakan bahwa untuk menandakan sebuah organisme sebagai penyebab penyakit, dia harus:
- ditemukan dalam seluruh kasus penyakit yang diperiksa
- dipersiapkan dan mempertahankan dalam culture murni.
- mampu memproduksi infeksi asal, meskipn setelah beberapa generasi dalam culture
- dapat diambil dari hewan terinokulasi dan di"culture" lagi.
Dia meninggal di Baden-Baden, Jerman.
[Source] Read More...
di 16.18 0 komentar
Ilya Ilyich Mechnikov - Tokoh Ilmuwan Biologi
Ilya Ilyich Mechnikov (Илья Ильич Мечников, dikenal juga sebagai Elie Metchnikoff, lahir pada 16 Mei 1845 di Ukraina – meninggal pada 16 Juli 1916 di Paris) adalah ahli mikrobiologi Rusia yang amat dikenal dengan penelitiannya mengenai sistem immun. Mechnikov menerima Hadiah Nobel dalam Fisiologi atau Kedokteran pada 1908, untuk karyanya mengenai fagositosis.
Biografi
Mechnikov lahir di sebuah desa di dekat Kharkov (kini Kharkiv, Ukraina). Ketika buku Charles Darwin, Origin of Species, diterbitkan, ia ingin sekali mempelajari teori evolusi.
Ia belajar ilmu alam di Universitas Kharkov, menyelesaikan masa kuliah empat tahunnya dalam waktu dua tahun saja. Kemudian ia menuju Jerman untuk mempelajari ilmu hewan bahari di Pulau Heligoland dan kemudian di Universitas Giessen, Universitas Gottingen, dan Akademi Munich. Pada 1867, ia kembali ke Rusia dan pada 1870 ia diangkat menjadi profsor tituler zoologi dan anatomi perbandingan di Universitas Odessa.
Isteri pertamanya, Ludmilla Feodorovitch meninggal pada 1873 akibat menderita tuberkulosis. Kematiannya menyebabkan Mechnikov depresi dan kemudian ia mengonsumsi opium. ia menikah lagi pada 1875 dengan isteri keduanya, Olga. Olga menderita tifus pada 1880 dan kembali membuat Mechnikov depresi.
Ia menjadi tertarik dengan penelitian mikroba, terutama sistem immun. Pada 1882, ia mundur dari jabatannya di Universitas Odessa dan membangun laboratorium pribadi di Messina untuk mempelajari embriologi perbandungan. Di sini ia menemukan fagositosis setelah meneliti larva bintang laut.Teorinya yang cukup radikal, ia menyatakan bahwa sel darah putih akan menghancurkanzat berbahaya seperti bakteri.
Pada 1888 ia pergi menuju Paris dan bertemu dengan Louis Pasteur. Mechnikov meneliti di Institut Pasteur hingga akhir hidupnya. Ia meninggal pada 1916 dan sempat menulis tiga buku: Immunity in Infectious Diseases, The Nature of Man, dan The Prolongation of Life: Optimistic Studies.
[Source]
di 15.07 0 komentar
George Emil Palade - Tokoh Ilmuwan Biologi
George Emil Palade (lahir di Iaşi, Rumania, 19 November 1912 – meninggal 7 Oktober 2008 pada umur 95 tahun) adalah ahli biologi sel Amerika Serikat kelahiran Rumania yang dianugerahi Penghargaan Nobel dalam Fisiologi atau Kedokteran 1974.
George Palade menerima gelar dokter dari Fakultas Kedokteran Universitas Bukares, Rumania. Ia menjadi anggota staf pengajar di fakultas itu hingga tahun 1945 saat ia datang ke Amerika Serikat untuk studi pascadoktoral. ia bergabung dengan Albert Claude di Rockefeller Institute for Medical Research pada tahun 1946 dan diangkat sebagai profesor pembantu di sana pada tahun 1948; - naik dari profesor pembantu menjadi profesor dan Kepala Bagian hingga 1973 saat ia pindah ke Universitas Yale sebagai guru besar dan Kepala Bagian Biologi Sel. Ia menjadi peneliti senior dan penasihat dekan pada tahun 1983. Pada tahun 1990, ia pindah ke Universitas California, San Diego sebagai Residen Profesor Kedokteran, dan Dekan Urusan Ilmiah.
Ia adalah anggota National Academy of Sciences dan American Academy of Arts and Sciences. Ia menerima sejumlah gelar kehormatan dan penghormatan, yang termasuk Penghargaan Nobel tahun 1974 (diterima bersama Albert Claude dan Christian de Duve), dan National Medal of Science, AS pada tahun 1986.
[Source]
di 14.53 0 komentar
Ernst Haeckel - Tokoh Ilmuwan Biologi
Ernst Heinrich Philipp August Haeckel (16 Februari 1834 — 9 Agustus 1919), ditulis juga von Haeckel, merupakan ahli biologi ternama dari Jerman, seorang naturalis, filsuf, dokter, profesor dan seniman, yang menemukan, menjelaskan, dan menamakan ribuan spesies baru, membuat peta pohon genealogi hubungan semua makhluk hidup, dan membuat istilah biologi baru, seperti filum, filogeni, ekologi, dan kingdom Protista.
Ernst Haeckel menyebarluaskan karya Charles Darwin di Jerman, dan mengembangkan teori rekapitulasi yang kontroversial.
[Source]
Charles Scott Sherrington - Tokoh Ilmuwan Biologi
Sir Charles Scott Sherrington (Islington, London, 27 November 1857 - Eastbourne, 4 Maret 1952) ialah seorang fisiolog saraf, histolog, bakteriolog, dan patolog Inggris.
Belajar kedokteran di Universitas Cambridge, ia lulus pada tahun 1885. Kemudian ia melanjutkan studinya di Berlin bersama dengan Robert Koch dan Rudolf Virchow lalu ke Straßburg di bawah F. Goltz.
Pada tahun 1876 Sherrington bergabung dengan St. Thomas Hospital, menjadi "murid abadi". Kemudian ia meninggalkannya untuk mengerjakan penelitian di Brown Institution, bagian kedokteran hewan di Universitas London. pada tahun 1895, ia diangkat sebagai profesor di Universitas Liverpool. Lalu ia menjadi guru besar fisiologi di Universitas Oxford pada tahun 1913. Ia menjadi Presiden Royal Society antara tahun 1920-1925. Sherrington menerima Knight Grand Cross Britania Raya pada tahun 1922 dan Order of Merit pada tahun 1924. Ia pensiun dari kehidupan akademik pada tahun 1936, kemudian menulis karya-karya bernafaskan puisi, sejarah, dan filsafat.
Pada tahun 1932, ia dianugerahi Penghargaan Nobel Fisiologi atau Kedokteran untuk karyanya di bidang neurofisiologi: lokalisasi fungsi korteks serebri, penelitian refleksologi, dll.
[Source]
di 14.41 0 komentar
Alphonse Laveran - Tokoh Ilmuwan Biologi
Charles Louis Alphonse Laveran (18 Juni 1845 - 18 Mei 1922) adalah Fisikawan, Patolog, dan parasitolog Prancis yang menemukan parasit penyebab malaria pada manusia. Untuk ini dan pekerjaan pada penyakit protozoa ia menerima Hadiah Nobel Fisiologi atau Kedokteran pada tahun 1907.
Dididik di fakultas kedokteran Strasbourg, ia menjadi dokter bedah selama Perang Perancis - Prusia (1870-1871) dan mempraktekkan dan mengajarkan militer pengobatan sampai 1897, di mana ia menjadi anggota Institut Pasteur, Paris. Selama menjadi dokter bedah militer di Aljazair pada 1880, Laveran menemukan penyebab malaria dalam otopsi yang diadakannya pada korban malaria. Ia menemukan organisme kausatif menjadi protozoa yang dinamainya Oscillaria malariae, meski namanya kemudian diganti Plasmodium.
Laveran memiliki pengaruh kuat dalam pengembangan penelitian dalam ilmu kedokteran tropis, mengadakan kerja yang berhasil pada tripanosomiasis, leishmaniasis, dan penyakit protozoa lainnya, sebagaimana pekerjaan pentingnya pada malaria. Ia mendirikan Laboratorium Penyakit Tropis di Institut Pasteur (1907) dan Societe de Pathologie Exotique (1908).
Tulisan luas Laveran termasuk Trypanosomes et trypanosomiasis (dengan Felix Masnil; 1904); Traite des fievres palustres avec la description des microbes du paludisme (1884); dan Traite des maladies et epidemies des armees (1875).
[Source]
Camillo Golgi - Tokoh Ilmuwan Biologi
Camillo Golgi (7 Juli 1843 – 21 Januari 1926) adalah seorang dokter dan ilmuwan berkebangsaan Italia.
Camillo Golgi lahir di Córteno Golgi, provinsi Brescia, Italia. Ayahnya adalah seorang dokter dan petugas kesehatan daerah tersebut. Golgi belajar ilmu kedokteran di Universitas Pavia, di mana ia bekerja dalam percobaan laboratorium patologi bersama Giulio Bizzozero, tokoh yang menjelaskan sumsum tulang. Golgi lulus pada 1865. Ia banyak menghabiskan masa karirnya dengan meneliti sistem saraf pusat.
Ketika bekerja sebagai kepala petigas kedokteran di sebuah rumah sakit jiwa, ia mencoba memasukkan logam pada jaringan saraf, terutama dengan logam perak (pengotoran perak atau silver staining). Ia menemukan sebuah metode pengotoran jaringan saraf yang akan mengotorkan beberapa sel secara acal. Hal ini membuatnya dapat mengamati jalur-jalur pada sel-sel saraf di otak untuk pertama kalinya. Ia menyebut penemuannya sebagai "reaksi hitam" (dalam bahasa Italia: reazione nera). Metode ini dikenal sebagai metode Golgi atau pengotoran Golgi. Alasan mengapa terjadi pengotoran acak masih belum dapat dijelaskan.
Pada reaksi hitam terjadi fiksasi partikel perak kromat pada membran neuron (sel saraf) yang disebut neurilemma dengan mereaksikan perak nitrat dengan kalium dikromat. Reaksi ini menghasilkan suatu zat hitam pada badan sel saraf, akson, dan dendrit.
Golgi juga menemukan organ sensorik tendon yang nantinya disebut reseptor Golgi. Ia mempelajari siklus hidup dari Plasmodium falciparum dan membandingkan masa demam yang terjadi pada pasien malaria dengan siklus hidup organisme ini. Dengan menggunakan teknik pengotorannya, Golgi berhasil mengidentifikasi sebuah bagian dalam sel pada 1898. Bagian itu sekarang dikenal sebagai benda Golgi.
Golgi dan Santiago Ramón y Cajal menerima pada Hadiah Nobel dalam Fisiologi atau Kedokteran pada tahun 1906 untuk penelitiannya mengenai sistem saraf.
Golgi meninggal di Pavia, Italia, pada Januari 1926.
[Source]
di 14.13 0 komentar