Tampilkan postingan dengan label Biologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Biologi. Tampilkan semua postingan

Jacques Lucien Monod - Tokoh Ilmuwan Kimia

Rabu, 17 Februari 2010

Jacques Lucien Monod, Tokoh Kimia, Ilmuwan KimiaJacques Lucien Monod (Paris, 9 Februari 1910 - Cannes, 31 Mei 1976) ialah seorang Biolog Perancis. Selama Perang Dunia II, ia menjadi kepala staf Angkatan Dalam Negeri Perancis. Sebelumnya ia menghabiskan waktu di Institut Teknologi California, dan setelah pembebasan Paris ia bekerja di Institut Pasteur pada tahun 1945, yang di situ ia menjabat sebagai direktur apda tahun 1954 di Bagian Biokimia Sel.

Mempelopori genetika molekuler, pada tahun 1965 ia dianugerahi Penghargaan Nobel Kedokteran bersama dengan André Michael Lwoff dan François Jacob, atas penjelasan tentang "penemuan RNA duta, ribosom, dan gen yang mengatur ekspresi gen lainnya". Sebagai pengarang, di antara karya lainnya, ia menulis karya best-seller di bidang filsafat ilmu: Le Hasard et le Necessite (1970).

Monod dan Jacob menjelaskan sistem operon lac, kendali yang diperlukan untuk ekspresi gen makhluk hidup. Studi tersebut menyediakan contoh pertama bagi sistem regulasi transkripsi. Ia juga menjelaskan keberadaan molekul mRNA yang menghubungkan informasi yang disandikan pada ADN dan protein.

Monod dan koleganya mengadakan eksperimental dengan bakteri umum Escherichia coli, namun konsep pengaturan dasarnya amat penting bagi regulasi sel semua sel.

Monod juga mengadakan sumbangan penting di bidang enzimologi dengan teori alosterik yang diajukan pada tahun 1965 bersama Jeffries Wyman (1901-1995) dan Jean-Pierre Changeux.

Selain Penghargaan Nobel, Monod juga dianugerahi Legion d'honneur.

[Source]

Read More...

Henrik Carl Peter Dam - Tokoh Ilmuwan Kimia

Selasa, 16 Februari 2010

Henrik Carl Peter Dam, Tokoh Kimia, Ilmuwan KimiaCarl Peter Henrik Dam (lahir 21 Februari 1895 – meninggal 17 April 1976 pada umur 81 tahun), biokimiawan Denmark yang bersama dengan Edward Doisy menerima Penghargaan Nobel dalam Fisiologi atau Kedokteran pada 1943 untuk penemuan Vitamin K. Pada 1941 ia diangkat sebagai profesor di Polyteknisk Læreanstalt, yang kini adalah Danmarks Tekniske Universitet.

[Source]

Read More...

Thomas Stamford Raffles - Tokoh Ilmuwan Biologi

Thomas Stamford Raffles, Tokoh Biologi, Ilmuwan BiologiSir Thomas Stamford Bingley Raffles (lahir 6 Juli 1781 – meninggal 5 Juli 1826 pada umur 44 tahun) adalah Gubernur-Jendral Hindia-Belanda yang terbesar. Ia adalah seorang warganegara Inggris. Ia dikatakan juga pendiri kota dan negara kota Singapura. Ia salah seorang Inggris yang paling dikenal sebagai yang menciptakan kerajaan terbesar di dunia.

Latar belakang keluarga

Tak banyak diketahui tentang orangtua Raffles. Ayahnya, Kapten Benjamin Raffles, terlibat dalam perdagangan budak di Kepulauan Karibia, dan meninggal mendadak ketika Thomas baru berusia 15 tahun, sehingga keluarganya terperangkap utang. Ia langsung mulai bekerja sebagai seorang pegawai di London untuk Perusahaan Hindia Timur Britania, perusahaan dagang setengah-pemerintah yang berperan banyak dalam penaklukan Inggris di luar negeri. Pada 1805 ia dikirim ke pulau yang kini dikenal sebagai Penang, di negara Malaysia, yang saat itu dinamai Pulau Pangeran Wales. Itulah awal-mula hubungannya dengan Asia Tenggara.

Raffles di Hindia-Belanda

Raffles diangkat sebagai Letnan Gubernur Jawa pada tahun 1811 dan dipromosikan sebagai Gubernur Sumatra tidak lama kemudian, ketika Inggris mengambil alih jajahan-jajahan Belanda ketika Belanda diduduki oleh Napoleon Bonaparte dari Perancis. Ketika menjabat sebagai penguasa Hindia-Belanda, Raffles mengusahakan banyak hal: beliau mengintroduksi otonomi terbatas, menghentikan perdagangan budak, mereformasi sistem pertanahan pemerintah kolonial Belanda, menyelidiki flora dan fauna Indonesia, meneliti peninggalan-peninggalan kuno seperti Candi Borobudur dan Candi Prambanan, Sastra Jawa serta banyak hal lainnya. Ia belajar sendiri bahasa Melayu dan meneliti dokumen-dokumen sejarah Melayu yang mengilhami pencariannya akan Borobudur. Hasil penelitiannya di pulau Jawa ia tuliskan pada sebuah buku berjudulkan History of Java, yang menceritakan mengenai sejarah pulau Jawa. Dalam melakukan penelitiannya, Raffles dibantu oleh asistennya yaitu James Crawfurd dan Kolonel Colin Mackenzie.

Istri Raffles, Olivia Marianne, wafat pada tanggal 26 November 1814 di Buitenzorg dan dimakamkan di Batavia, tepatnya di tempat yang sekarang menjadi Museum Prasasti. Di Kebun Raya Bogor dibangun monumen peringatan untuk mengenang kematian sang isteri.

Salah satu pembaruan kecil yang diperkenalkannya di wilayah kolonial Belanda adalah mengubah sistem mengemudi dari sebelah kanan ke sebelah kiri, yang berlaku hingga saat ini.

Kembali dari Hindia-Belanda

Pada tahun 1815 Raffles kembali ke Inggris setelah Jawa dikembalikan ke Belanda setelah Perang Napoleon selesai. Pada 1817 ia menulis dan menerbitkan buku History of Java, yang melukiskan sejarah pulau itu sejak zaman kuno.

Tetapi pada tahun 1818 ia kembali ke Sumatra dan pada tanggal 29 Januari 1819 ia mendirikan sebuah pos perdagangan bebas di ujung selatan Semenanjung Malaka, yang di kemudian hari menjadi negara kota Singapura. Ini merupakan langkah yang berani, berlawanan dengan kebijakan Britania untuk tidak menyinggung Belanda di wilayah yang diakui berada di bawah pengaruh Belanda. Dalam enam minggu, beberapa ratus pedagang bermunculan untuk mengambil keuntungan dari kebijakan bebas pajak, dan Raffles kemudian mendapatkan persetujuan dari London.

Raffles menetapkan tanggal 6 Februari tahun 1819 sebagai hari jadi Singapura modern. Kekuasaan atas pulau itu pun kemudian dialihkan kepada Perusahaan Hindia Timur Britania. Akhirnya pada tahun 1823, Raffles selamanya kembali ke Inggris dan kota Singapura telah siap untuk berkembang menjadi pelabuhan terbesar di dunia. Kota ini terus berkembang sebagai pusat perdagangan dengan pajak rendah.

[Source]

Read More...

Susumu Tonegawa - Tokoh Ilmuwan Biologi

Susumu Tonegawa, Tokoh Biologi, Ilmuwan BiologiSusumu Tonegawa (Tonegawa Susumu, lahir 6 September 1939) ialah seorang ilmuwan Jepang yang memenangkan Penghargaan Nobel dalam Fisiologi atau Kedokteran pada tahun 1987 untuk "penemuannya atas asas genetika untuk pembangkitan ragam antibodi." Meski memenangkan Hadiah Nobel untuk karyanya dalam imunologi, Tonegawa ialah seorang biolog molekuler yang dilatih. Di tahun-tahun terakhir, ia banting minat ke basis molekuler dan selular atas pembentukan memori.

Tonegawa terkenal karena menjelaskan mekanisme genetika dalam sistem kekebalan adaptif. Untuk mencapai keragaman antibodi yang diperlukan untuk melindungi terhadap tiap jenis antigen, sistem kekebalan akan memerlukan jutaan pengkodean gen untuk antibodi-antibodi yang berbeda, jika setiap antibodi dikodekan oleh 1 gen. Sebagai gantinya, seperti yang ditunjukkan Tonegawa dalam serangkaian penelitian yang berawal pada tahun 1976, materi genetik dapat menyusun diri untuk membentuk kesatuan luas antibodi yang tersedia. Membandungkan DNA sel B (sejenis sel darah putih) pada anak tikus dan tikus dewasa, ia mengamati bahwa gen dalam sel B dewasa pada tikus dewasa dipindahkan ke sekeliling, direkombinasi, dan dihilangkan untuk membentuk keragaman kawasan antibodi yang tersedia.

Tonegawa lahir di Nagoya, Jepang dan masuk ke Sekolah Tinggi Hibiya, Tokyo. Ia menerima gelar sarjana dari Universitas Kyoto pada tahun 1963. Ia menerima gelar doktor dari Universitas California, San Diego. Ia mengerjakan karya pascadoktoral di Salk Institute, San Diego, di laboratorium Renato Dulbecco, lalu bekerja di Lembaga Imunologi Basel, Basel, Swiss, di mana ia mengerjakan eksperimen imunologi. Pada tahun 1981, ia menjadi profesor di Institut Teknologi Massachusetts, mendirikan dan memimpin Picower Institute for Learning and Memory, MIT.

Pada 2006, Tonegawa dituntut karena pembatasan perekrutan kandidat staf pengajar muda wanita di McGovern Institute for Brain Research, satuan neurosains MIT lainnya, dengan menginformasikannya bahwa mereka mungkin akan menjadi pesaing di MIT. Dalam sebuah surat kepada Presiden MIT Susan Hockfield, 11 profesor wanita di MIT yang masih menjabat meminta investigasi atas perlakuan yang mungkin tak beretika. Sebuah investigasi oleh komite internal MIT menyampaikan laporan kepada pembantu rektor, yang bersama pimpinan menulis surat kepada komunitas MIT. Komite itu tak menemukan bukti atas prasangka jender. Pada tanggal 17 November 2006, Tonegawa mengumumkan pengunduran dirinya sebagai direktur Picower Institute for Learning and Memory, efektif sejak 31 Desember 2006.

[Source]

Read More...

Selman Waksman - Tokoh Ilmuwan Biologi

Selman Waksman, Tokoh Biologi, Ilmuwan BiologiSelman Abraham Waksman (Priluky, Kekaisaran Rusia, 22 Juli 1888 – Woods Hole, Massachusetts, 16 Agustus 1973) ialah biokimiawan Amerika Serikat kelahiran Ukraina yang memenangkan Penghargaan Nobel Kedokteran pada 1952 atas penelitiannya mengenai streptomisin.

Pada 1910, ia memperoleh diploma matrikulasinya dari Gymnasium Kelima di Odessa, Imperium Rusia. Setelah lulus, ia berimigrasi ke Amerika Serikat, di mana ia lulus dari Universitas Rutgers pada 1915 dengan gelar S.Si. dalam pertanian.

Ia mengadakan penelitian dalam bakteriologi tanah di bawah Dr. J.G. Lipman di Stasiun Penelitian Pertanian New Jersey sebelum dianugerahi gelar M.Si. pada 1916. Di tahun yang sama Waksman menjadi warganegara yang dinaturalisasikan dan diangkat sebagai anggota peneliti di Universitas California, Berkeley di mana ia menerima Ph.D.-nya dalam biokimia pada 1918. Ia kemudian bergabung dengan fakultas itu di Bagian Biokimia dan Mikrobiologi; ia diangkat sebagai lektor kepala pada 1925 dan guru besar pada 1930. Pada 1940, ia menjadi Profesor dan KaBag Mikrobiologi. Di Rutgers-lah Waksman menemukan beberapa antibiotika, termasuk streptomisin pada 1943, dan neomisin pada 1948. Pada 1949, Waksman menjadi direktur Lembaga Mikrobiologi, berhenti dari jabatan itu pada 1958.

Beberapa studi Waksman termasuk populasi mikrobiologis tanah, penguraian sisa tanaman dan hewan, dan pembentukan bakteri di laut dan perannya dalam biologi kelautan.

Waksman juga bekas pimpinan Kelompok Mikrobiologi Amerika. Ia telah menerbitkan lebih dari 400 karya ilmiah dan 18 buku. 3 dari buku Waksman termasuk: Enzymes (1926), Principles of Soil Microbiology (1938), dan sebuah otobiografi My Life with the Microbes (1954).

[Source]

Read More...

Robert Koch - Tokoh Ilmuwan Biologi

Robert Koch, Tokoh Biologi, Ilmuwan BiologiHeinrich Hermann Robert Koch (11 Desember 1843 - 27 Mei 1910) adalah seorang dokter Jerman. Dia menjadi terkenal setelah penemuan anthrax bacillus (1877), tubercle bacillus (1882), dan kolera bacillus (1883) dan pengembangan postulat Koch. Dia diberikan Penghargaan Nobel dalam Fisiologi atau Kedokteran pada 1905 dan dianggap sebagai pendiri bakteriologi.

Robert Koch dilahirkan di Clausthal, Jerman sebagai seorang anak pejabat pertambangan. Dia belajar medis dibawah Jacob Henle di Universitas Gottingen dan tamat pada 1866. Dia kemudian bekerja di Perang Perancis-Prusia dan kemudian menjadi opsir medis di distrik Wollstein. Bekerja dengan alat yang sangat terbatas, dia menjadi salah satu pendiri ilmu bakteriologi, satunya lagi adalah Louis Pasteur.

Setelah Casimir Davaine menunjukkan transmisi langsung anthrax bacilus di antara sapi, Koch mempelajari anthrax lebih dekat lagi. Dia menemukan metode untuk memurnikan basilus dari sampel darah dan mengembangkan kultur murni. Dia menemukan bahwa, anthrax tidak dapat hidup di luar inang atau hospes dalam waktu yang lama, namun dapat membuat spora yang dapat bertahan lama. Spora-spora ini, tertanam dalam tanah, adalah penyebab dari merebaknya anthraks yang spontan dan tidak dapat dijelaskan. Dia mempublikasikan hasil penemuannya pada 1876 dan dihargai pekerjaan di "Kantor Kesehatan Istana" di Berlin pada 1880.

Di Berlin, dia meningkatkan metode yang dia pakai di Wollstein, termasuk teknik pencemaran dan pemurnian, dan media pertumbuhan bakteri, termasuk piring agar dan cawan petri (dinamakan setelah J.R. Petri), keduanya masih digunakan sampai sekarang. Dengan teknik-teknik tersebut, dia dapat menemukan bakteri yang menyebabkan tuberkulosis (Mycobacterium tuberculosis) pada 1882 (dia mengumumkan penemuannya pada 24 Maret). Tuberkolosis adalah penyebab dari satu dalam tujuh kematian di pertengahan abad ke-19. Pentingnya penemuannya meningkatkan taraf Koch menjadi setaraf dengan Louis Pasteur dalam riset bakteriologi.

Pada 1883, Koch bekerja dengan tim riset dari Prancis di Alexandria, Mesir, mempelajari kolera. Koch mengidentifikasi bakterium vibrio yang menyebabkan kolera, meskipun dia tidak pernah membuktikannya dalam eksperimen. Pada 1885, dia menjadi profesor higinitas di Universitas Berlin, dan kemudian, pada 1891, direktur di Institut Penyakit Menular (Institute of Infectious Diseases) yang baru didirikan, dia mundur dari posisi tersebut pada 1904. Dia kemudian mulai berkeliling dunia, mempelajari penyakit ini di Afrika Selatan, India, dan Jawa.

Kemungkinan sama pentingnya dengan penemuan tuberkolosis yang membuatnya dihargai penghargaan Nobel, adalah Postulat Koch, yang menyatakan bahwa untuk menandakan sebuah organisme sebagai penyebab penyakit, dia harus:

  • ditemukan dalam seluruh kasus penyakit yang diperiksa
  • dipersiapkan dan mempertahankan dalam culture murni.
  • mampu memproduksi infeksi asal, meskipn setelah beberapa generasi dalam culture
  • dapat diambil dari hewan terinokulasi dan di"culture" lagi.
Tapi setelah kesuksesannya kualitas dari risetnya menurun (terutama setelah kegagalan obat penyembuhan TBC-nya tuberculin), meskipun muridnya yang menggunakan metodenya berhasil menemukan organisme yang bertanggung jawab atas diphtheria, typhoid, pneumonia, gonorrhoea, cerebrospinal meningitis, leprosi, wabah bubonik, tetanus, dan syphilis.

Dia meninggal di Baden-Baden, Jerman.

[Source]

Read More...

Rosalind Franklin - Tokoh Ilmuwan Biologi

Rosalind Franklin, Tokoh Biologi, Ilmuwan BiologiRosalind Franklin (1920-1958) ialah seorang ilmuwati yang mengadakan penelitian tentang struktur DNA bersama Francis Crick, James Watson, dan Maurice Wilkins dengan difraksi sinar X.

Rosalind Franklin selalu menyukai fakta. Ia berpikir logis dan tepat, dan tak sabar dengan hal-hal yang sebaliknya. Ia memutuskan menjadi ilmuwan saat berusia 15. Ia lulus ujian masuk Universitas Cambridge pada tahun 1938, dan mencetuskan krisis keluarga. Walau keluarganya berada dan memiliki tradisi jabatan pemerintahan dan kedermawanan, ayahnya tak menyetujui pendidikan perguruan tinggi buat wanita. Ia menolak membayar. Seorang bibi turun tangan dan berkata Franklin harus mendapat pendidikan, dan ia akan menanggung biayanya. Ibu Franklin juga berpihak padanya sampai akhirnya ayahnya mengalah.

Perang Dunia II pecah di Eropa pada tahun 1939 dan Franklin tinggal di Cambridge. Ia lulus pada tahun 1941 dan mulai bekerja berbekal gelar doktornya. Karyanya berfokus pada masalah perang: sifat batu bara dan arang kayu serta bagaimana menggunakannya secara efisien. Ia menerbitkan 5 karya pada mata kuliah itu sebelum ia berusia 26 tahun. Karyanya tetap dikutip kini, dan membantu mengajukan bidang serat karbon yang kuat. Pada usia 26, Franklin menerima gelar Ph.D. dan perang barusan selesai. Ia mulai bekerja dalam difraksi sinar-X -- menggunakan sinar X untuk membuat gambar zat padat yang dikristalkan. Ia memelopori penggunaan metode ini dalam menganalisis bahan yang rumit dan tak teratur seperti molekul biologis yang besar, dan tak hanya kristal tunggal.

Ia menghabiskan 3 tahun di Prancis, menikmati suasana kerja, kebebasan masa damai, masakan dan budaya Perancis. Namun pada tahun 1950, ia sadar bahwa jika ia ingin membuat karir ilmiah di Inggris, ia harus kembali. Ia diundang ke King's College di London untuk bergabung dengan kelompok ilmuwan yang sedang mempelajari sel hidup. Pemimpin tim menugasinya berkarya pada ADN dengan mahasiswa pascasarjana. Asumsi Franklin ialah bahwa ini merupakan proyeknya sendiri. Salah satu laboran, Maurice Wilkins, sedang berlibur saat itu, dan saat ia kembali, hubungan mereka berantakan. Maurice berasumsi Franklin akan membantu kerjanya; Franklin berpendapat ia akan menjadi satu-satunya orang yang berkarya pada asam deoksiribonukleat. Mereka memiliki perbedaan kepribadian yang kuat juga: Franklin lugas, cepat, menentukan, dan Wilkins pemalu, spekulatif, dan pasif. Hal ini akan memainkan peran di tahun-tahun mendatang perlombaan terbuka untuk menemukan struktur DNA.

Franklin membuat kelanjutan dalam teknik difraksi sinar-X dengan DNA. Ia mengurus alat-alatnya untuk menciptakan sorotan sinar-X yang amat tajam. Ia mengekstraksikan serat DNA yang baik daripada yang pernah sesungguhnya dan menyusunnya dalam buntelan paralel. Dan ia mempelajari reaksi serat pada keadaan lembab. Seluruhnya memungkinkannya menemukan kunci penting atas struktur DNA. Wilkins menerima datanya, tanpa pengetahuannya, dengan James Watson dan Francis Crick, di Cambridge University, dan mereka saling mendahului dalam perlombaan itu, kemudian menerbitkan struktur DNA yang diajukan pada Maret 1953.

Hubungan yang tegang dengan Wilkins dan aspek lainnya pada King's College (ilmuwati tak diizinkan makan siang di ruangan umum di mana ilmuwan makan, sebagai contoh) membuat Franklin mencari kedudukan lain. Ia mengepalai kelompok risetnya sendiri di Birkbeck College London. Namun kepala King's membiarkannya berbicara terus pada keadaan di mana ia takkan bisa bekerja pada DNA. Franklin kembali pada studinya tentang batu bara dan juga menyelesaikan kerja DNA-nya. Ia mengalihkan perhatiannya ke virus, menerbitkan 17 kertas kerja dalam 5 tahun. Penemuan kelompoknya meletakkan dasar penemuan virologi struktural.

Selama dalam kunjungan profesional ke Amerika Serikat, Franklin merasa sakit yang segera diketahuinya kanker rahim. Ia terus berkarya sampai 2 tahun berikutnya, melalui 3 operasi dan kemoterapi eksperimental dan remisi 10 bulan. Ia berkarya sampai beberapa minggu sebelum kematiannya pada tahun 1958 pada usia 37.

[Source]

Read More...

Ronald Fisher - Tokoh Ilmuwan Biologi

Ronald Fisher, Tokoh Biologi, Ilmuwan BiologiSir Ronald Aylmer Fisher, FRS (17 Februari 1890 – 29 Juli 1962) ahli statistik, evolusi biologi, dan genetika Inggris. Richard Dawkins menyebutnya "Pengganti Darwin terbesar", dan ahli sejarah statistik Anders Hald menyebutkan "Fisher adalah seorang jenius yang dengan sendirian menciptakan dasar-dasar ilmu statistik modern".

[Source]

Read More...

Otto Fritz Meyerhof - Tokoh Ilmuwan Biologi

Otto Fritz Meyerhof, Tokoh Biologi, Ilmuwan BiologiOtto Fritz Meyerhof (12 April 1884 – 6 Oktober 1951) ialah dokter dan biokimiawan kelahiran Jerman.

Otto Fritz Meyerhof dilahirkan di Hannover dari keluarga Yahudi kaya. Ia menghabiskan sebagian besar masa kecilnya di Berlin, di mana kemudian ia belajar kedokteran. Ia melanjutkan studi di Strasbourg dan Heidelberg, dan lulus pada 1909, dengan sebuah karya berjudul “Beiträge zur psychologischen Theorie der Geistesstörung” (Sumbangan pada Teori Psikologi Penyakit Jiwa). Di Heidelberg, ia bertemu Hedwig Schallenberg, yang kemudian menjadi istrinya. Mereka memiliki seorang puteri dan 3 orang putera.

Pada 1912, ia pindah ke Universitas Kiel, di mana ia menjadi profesor pada 1918. Pada 1922, ia dianugerahi Hadiah Nobel Kedokteran, bersama dengan Archibald Vivian Hill, untuk karyanya pada metabolisme otot, termasuk glikolisis. Lari dari rezim Nazi, ia pindah ke Paris pada 1938, kemudian ke Amerika Serikat pada 1940, di mana ia menjadi profesor tamu di Universitas Pennsylvania di Philadelphia.

Meyerhof meninggal di Philadelphia pada usia 67 akibat serangan jantung.

[Source]

Read More...

Louis Pasteur - Tokoh Ilmuwan Biologi

Louis Pasteur, Tokoh Biologi, Ilmuwan BiologiLouis Pasteur (lahir 27 Desember 1822 – meninggal 28 September 1895 pada umur 72 tahun) adalah Ilmuwan kelahiran Prancis. Sebagai ilmuwan ia berhasil menemukan cara mencegah pembusukan makanan hingga beberapa waktu lamanya dengan proses pemanasan yang biasa disebut pasteurisasi. Louis Pasteur memulai kariernya sebagai ahli fisika di sebuah sekolah lanjutan atas. Pada usia 26 tahun ia sudah menjadi profesor di Universitas Strasbourg, kemudian ia pindah ke Universitas Lille dan di sana pada tahun 1856 ia melakukan penemuan yang berarti sangat besar bagi bidang kedokteran. Penemuan awalnya adalah pasteurisasi yaitu mematikan bakteri yang ada di susu dengan pemanasan.

Pasteur juga membuat obat untuk pencegah penyakit antraks dan suntikan melawan penyakit anjing gila rabies. Pada waktu itu orang yang digigit oleh anjing gila akan menderita penyakit yang disebut hidrofobia. Suntikan rabies Pasteur tidak hanya mencegah tetapi juga mengobati penyakit tersebut. Pada hari ulang tahunnya yang ke 70 para dokter dan ilmuwan dari seluruh dunia berkunjung ke Paris untuk menghormatinya. Sejak tahun 1888 karya Pasteur dilanjutkan di Institut Pasteur di Paris. Kini institut itu mempunyai cabang di 60 negara. Makamnya terdapat di bawah Institut tersebut, jenazahnya dimasukkan ke dalam peti mati terbuat dari marmer dan granit.

[Source]

Read More...

Leonardo Da Vinci - Tokoh Ilmuwan Biologi

Leonardo Da Vinci, Tokoh Biologi, Ilmuwan BiologiLeonardo da Vinci (lahir di Vinci, propinsi Firenze, Italia, 15 April 1452 – meninggal di Clos Lucé, Perancis, 2 Mei 1519 pada umur 67 tahun) adalah arsitek, musisi, penulis, pematung, dan pelukis Renaisans Italia. Ia digambarkan sebagai arketipe "manusia renaisans" dan sebagai jenius universal. Leonardo terkenal karena lukisannya yang piawai, seperti Jamuan Terakhir dan Mona Lisa.

Ia juga dikenal karena mendesain banyak ciptaan yang mengantisipasi teknologi modern tetapi jarang dibuat semasa hidupnya, sebagai contoh ide-idenya tentang tank dan mobil yang dituangkannya lewat gambar-gambar dwiwarna. Selain itu, ia juga turut memajukan ilmu anatomi, astronomi, dan teknik sipil bahkan juga kuliner.

Latar Belakang

Leonardo lahir pada tahun 1452 di kota Vinci, propinsi Firenze, Italia anak dari Ser Piero Da Vinci dan Caterina, jadi nama lengkapnya yaitu Leonardo di Ser Piero da Vinci yang berarti Leonardo putra Ser Piero asal kota Vinci.

Pada usia belia, beliau sudah belajar melukis dengan Andrea del Verrocchio dan mulai melukis di Firenze.Ada kabar mengisahkan Verrochio menyatakan pensiun melukis setelah menyaksikan bahwa lukisan muridnya yang satu ini lebih bagus dari lukisannya sendiri. Selain menjadi pelukis Leonardo juga sanggup menunjukkan kemampuannya di bidang yang lain. Pada tahun 1481 Leonardo pindah ke Milan untuk bekerja dengan Adipati(Duke) di sana. Hasil karyanya selama di Milan yang paling termashur adalah Kuda Sforza yang dikerjakannya selama kurang lebih 11 tahun. Namun di situ ia tidak hanya melukis dan membuat patung saja, melainkan juga mengubah jalan-jalan sungai dan membangun kanal-kanal, serta menghibur Duke dengan memainkan lut dan bernyanyi. Lalu ia bekerja untuk Raja Louis XII dari Perancis di Milan dan untuk Paus Leo X di Roma.

Sementara itu ia membantu Raphael dan Michaelangeo dalam merancang katedral Santo Petrus. Dalam hidupnya Leonardo sangat tertarik pada ilmu pengetahuan. Ia mulai mempelajari burung terbang dan mulai merancang mesin terbang. Pemikirannya itu terdapat dalam buku catatanya sebanyak 7.000 halaman. Didalam buku itu juga terdapat sketsa tentang studi tubuh manusia. Pada zaman itu, anatomi tubuh manusia tak lebih dari sekadar kira-kira karena siapapun dilarang keras membedah jenazah. Dengan kenekatannya mencuri-curi kesempatan membedah-bedah tubuh orang mati, di kemudian hari tindakan yang tak lazim di zamannya ini memberikan kontribusi yang sangat besar bagi dunia kedokteran.

Mahakaryanya, Jamuan Terakhir (The Last Supper) pada tahun 1495 sampai tahun 1497 yang dilukis pada dinding biara Santa Maria di Milan, kini telah rusak akibat dimakan waktu. Lukisan terkenal lainnya adalah Mona Lisa yang kini terdapat di musium Louvre Paris. Sebuah spekulasi yang beredar tentang siapa sesungguhnya Mona Lisa antara lain menyatakan bahwa citra perempuan tersebut merupakan hasil rekaan wajah Da Vinci sendiri. Spekulasi yang lain menyatakan bahwa perempuan tersebut memang pernah ada, seorang istri pedagang.

Leonardo da Vinci wafat di Clos Lucé, Perancis pada tanggal 2 Mei 1519, dan dimakamkan di Kapel St. Hubert di kastel Amboise, Perancis.

Setelah wafatnya, sangat kuat ditengarai bahwa beliau pernah memegang peranan sebagai orang terkuat di sebuah organisasi rahasia bernama Priory of Sion yang berlaskarkan Knights Templar. Apakah organisasi rahasia ini? Banyak fakta mengarahkan pada suatu dugaan bahwa Priory of Sion merupakan sebuah organisasi yang menjaga ketat-ketat rahasia sejarah kristiani menurut versi yang berbeda dari kitab Injil yang beredar di masyarakat. Yang dirahasiakan adalah mengenai siapa mesias yang sesungguhnya dan kemungkinan Yesus tidak menjalankan hukum selibat. Dalam versi yang sempat menimbulkan kontroversi ini diyakini bahwa Mesias yang sesungguhnya adalah Santo Yohanes Pembaptis, hal tersebut tersirat dari kekerapan Da Vinci melukis Sang Santo dalam posisi telunjuk menuding ke atas sebagai simbolisasi 'Putra Allah'. Versi yang tak kalah mengagetkannya adalah kemungkinan Maria Magdalena si bekas perempuan sundal diperistri oleh Yesus. Namun semua hal tersebut tidak terbukti kebenarannya, hingga saat ini, sehingga tudingan ini hanya dianggap sebagai langkah untuk memojokkan posisi umat Kristiani.

[Source]

Read More...

Johann Wolfgang von Goethe - Tokoh Ilmuwan Biologi

Johann Wolfgang von Goethe, Tokoh Johann Wolfgang von Goethe - Tokoh Ilmuwan Biologi, Ilmuwan BiologiJohann Wolfgang von Goethe (IPA: ˈgøːtə|dena) (28 Agustus 1749–22 Maret 1832) adalah novelis, sastrawan, humanis, ilmuwan, dan filsuf Jerman.

Goethe adalah salah satu dari tokoh terpenting dalam dunia sastra Jerman dan Neoklasisisme dan Romantisme Eropa pada akhir abad ke-18 dan awal abad ke-19. Ia adalah pengarang Faust dan Zur Farbenlehre (Teori Warna), serta merupakan inspirasi bagi Darwin dengan penemuan terpisahnya terhadap tulang rahang pramaksilia manusia dan fokusnya kepada evolusi. Pengaruh Goethe tersebar di sepanjang Eropa, dan selama seabad ke depan karyanya merupakan sumber inspirasi utama dalam musik, drama, dan puisi.

[Source]

Read More...

Ilya Ilyich Mechnikov - Tokoh Ilmuwan Biologi

Ilya Ilyich Mechnikov, Tokoh Biologi, Ilmuwan BiologiIlya Ilyich Mechnikov (Илья Ильич Мечников, dikenal juga sebagai Elie Metchnikoff, lahir pada 16 Mei 1845 di Ukraina – meninggal pada 16 Juli 1916 di Paris) adalah ahli mikrobiologi Rusia yang amat dikenal dengan penelitiannya mengenai sistem immun. Mechnikov menerima Hadiah Nobel dalam Fisiologi atau Kedokteran pada 1908, untuk karyanya mengenai fagositosis.

Biografi

Mechnikov lahir di sebuah desa di dekat Kharkov (kini Kharkiv, Ukraina). Ketika buku Charles Darwin, Origin of Species, diterbitkan, ia ingin sekali mempelajari teori evolusi.

Ia belajar ilmu alam di Universitas Kharkov, menyelesaikan masa kuliah empat tahunnya dalam waktu dua tahun saja. Kemudian ia menuju Jerman untuk mempelajari ilmu hewan bahari di Pulau Heligoland dan kemudian di Universitas Giessen, Universitas Gottingen, dan Akademi Munich. Pada 1867, ia kembali ke Rusia dan pada 1870 ia diangkat menjadi profsor tituler zoologi dan anatomi perbandingan di Universitas Odessa.

Isteri pertamanya, Ludmilla Feodorovitch meninggal pada 1873 akibat menderita tuberkulosis. Kematiannya menyebabkan Mechnikov depresi dan kemudian ia mengonsumsi opium. ia menikah lagi pada 1875 dengan isteri keduanya, Olga. Olga menderita tifus pada 1880 dan kembali membuat Mechnikov depresi.

Ia menjadi tertarik dengan penelitian mikroba, terutama sistem immun. Pada 1882, ia mundur dari jabatannya di Universitas Odessa dan membangun laboratorium pribadi di Messina untuk mempelajari embriologi perbandungan. Di sini ia menemukan fagositosis setelah meneliti larva bintang laut.Teorinya yang cukup radikal, ia menyatakan bahwa sel darah putih akan menghancurkanzat berbahaya seperti bakteri.

Pada 1888 ia pergi menuju Paris dan bertemu dengan Louis Pasteur. Mechnikov meneliti di Institut Pasteur hingga akhir hidupnya. Ia meninggal pada 1916 dan sempat menulis tiga buku: Immunity in Infectious Diseases, The Nature of Man, dan The Prolongation of Life: Optimistic Studies.

[Source]

Read More...

Hans Adolf Krebs - Tokoh Ilmuwan Biologi

Hans Adolf Krebs, Tokoh Biologi, Ilmuwan BiologiSir Hans Adolf Krebs adalah dokter dan biokimiawan berkewarganegaraan Jerman dan Inggris penerima Penghargaan Nobel bidang Fisiologi dan Kedokteran untuk karyanya dalam menjelaskan proses metabolisme (khususnya dalam menemukan daur urea dan daur sitrat). Ia dilahirkan pada 25 Agustus 1900 di Hildesheim (Niedersachsen, Jerman) dari pasangan Georg Krebs (juga seorang dokter) dan Alma. Ia wafat di Oxford, Inggris pada tanggal 22 November 1981.

Riwayat Hidup

Hans A. Krebs menyelesaikan sekolahnya di gimnasium Andreanum (setingkat SMA) di kota kelahirannya Hildesheim, lalu belajar ilmu kedokteran di Universitas Goettingen, Universitas Freiburg im Breisgau dan di Sekolah Kedokteran Berlin dari 1918 sampai 1923. Dia memperoleh gelar doktor dari Universitas Hamburg, lalu belajar kimia di Berlin. Hingga 1930 dia menjadi asisten dari Otto Heinrich Warburg di Institut Kaiser Wilhelm untuk Biologi.

Sejak tahun 1930 ia bekerja kembali sebagai dokter sebelum kemudian dilarang pada 1933 (ibunya seorang Yahudi) karena dirilisnya Undang-undang Ras oleh rezim NAZI. Undangan dari Universitas Cambridge untuk memperdalam biokimia diterimanya.

Pada tahun 1932 ia telah mengungkap daur urea dan daur sitrat (popular dengan nama daur Krebs) pada proses metabolisme untuk menghasilkan energi pada makhluk hidup. Karyanya ini membuat ia mendapat Penghargaan Nobel untuk bidang Kedokteran/Fisiologi pada tahun 1953.

Pada tahun 1945 ia diangkat menjadi profesor di Universitas Sheffield. Gelar 'Sir' diperolehnya dari ratu Inggris Elizabeth II pada tahun 1958.

[Source]

Read More...

Gregor Mendel - Tokoh Ilmuwan Biologi

Gregor Mendel, Tokoh Biologi, Ilmuwan BiologiGregor Johann Mendel (lahir di Hynčice (Heinzendorf bei Odrau), Kekaisaran Austria (sekarang masuk Republik Ceko), 20 Juli 1822 – meninggal di Brno, Kekaisaran Austria-Hungaria (sekarang Ceko), 6 Januari 1884 pada umur 61 tahun) disepakati sebagai Bapak Pendiri Genetika.

Tinggal di Brno (Jerman: Brunn), Austria (sekarang bagian dari Republik Ceko), ia adalah seorang rahib Katolik yang juga mengajar di sekolah. Rasa ingin tahunya yang tinggi menuntun dia melakukan pekerjaan persilangan dan pemurnian tanaman ercis. Melalui percobaannya ini ia menyimpulkan sejumlah aturan ('hukum') mengenai pewarisan sifat yang dikenal dengan nama Hukum Pewarisan Mendel.

[Source]

Read More...

George Emil Palade - Tokoh Ilmuwan Biologi

George Emil Palade, Tokoh Biologi, Ilmuwan BiologiGeorge Emil Palade (lahir di Iaşi, Rumania, 19 November 1912 – meninggal 7 Oktober 2008 pada umur 95 tahun) adalah ahli biologi sel Amerika Serikat kelahiran Rumania yang dianugerahi Penghargaan Nobel dalam Fisiologi atau Kedokteran 1974.

George Palade menerima gelar dokter dari Fakultas Kedokteran Universitas Bukares, Rumania. Ia menjadi anggota staf pengajar di fakultas itu hingga tahun 1945 saat ia datang ke Amerika Serikat untuk studi pascadoktoral. ia bergabung dengan Albert Claude di Rockefeller Institute for Medical Research pada tahun 1946 dan diangkat sebagai profesor pembantu di sana pada tahun 1948; - naik dari profesor pembantu menjadi profesor dan Kepala Bagian hingga 1973 saat ia pindah ke Universitas Yale sebagai guru besar dan Kepala Bagian Biologi Sel. Ia menjadi peneliti senior dan penasihat dekan pada tahun 1983. Pada tahun 1990, ia pindah ke Universitas California, San Diego sebagai Residen Profesor Kedokteran, dan Dekan Urusan Ilmiah.

Ia adalah anggota National Academy of Sciences dan American Academy of Arts and Sciences. Ia menerima sejumlah gelar kehormatan dan penghormatan, yang termasuk Penghargaan Nobel tahun 1974 (diterima bersama Albert Claude dan Christian de Duve), dan National Medal of Science, AS pada tahun 1986.

[Source]

Read More...

Ernst Haeckel - Tokoh Ilmuwan Biologi

Ernst Haeckel, Tokoh Biologi, Ilmuwan BiologiErnst Heinrich Philipp August Haeckel (16 Februari 1834 — 9 Agustus 1919), ditulis juga von Haeckel, merupakan ahli biologi ternama dari Jerman, seorang naturalis, filsuf, dokter, profesor dan seniman, yang menemukan, menjelaskan, dan menamakan ribuan spesies baru, membuat peta pohon genealogi hubungan semua makhluk hidup, dan membuat istilah biologi baru, seperti filum, filogeni, ekologi, dan kingdom Protista.

Ernst Haeckel menyebarluaskan karya Charles Darwin di Jerman, dan mengembangkan teori rekapitulasi yang kontroversial.

[Source]

Read More...

Charles Scott Sherrington - Tokoh Ilmuwan Biologi

Charles Scott Sherrington, Tokoh Biologi, Ilmuwan BiologiSir Charles Scott Sherrington (Islington, London, 27 November 1857 - Eastbourne, 4 Maret 1952) ialah seorang fisiolog saraf, histolog, bakteriolog, dan patolog Inggris.

Belajar kedokteran di Universitas Cambridge, ia lulus pada tahun 1885. Kemudian ia melanjutkan studinya di Berlin bersama dengan Robert Koch dan Rudolf Virchow lalu ke Straßburg di bawah F. Goltz.

Pada tahun 1876 Sherrington bergabung dengan St. Thomas Hospital, menjadi "murid abadi". Kemudian ia meninggalkannya untuk mengerjakan penelitian di Brown Institution, bagian kedokteran hewan di Universitas London. pada tahun 1895, ia diangkat sebagai profesor di Universitas Liverpool. Lalu ia menjadi guru besar fisiologi di Universitas Oxford pada tahun 1913. Ia menjadi Presiden Royal Society antara tahun 1920-1925. Sherrington menerima Knight Grand Cross Britania Raya pada tahun 1922 dan Order of Merit pada tahun 1924. Ia pensiun dari kehidupan akademik pada tahun 1936, kemudian menulis karya-karya bernafaskan puisi, sejarah, dan filsafat.

Pada tahun 1932, ia dianugerahi Penghargaan Nobel Fisiologi atau Kedokteran untuk karyanya di bidang neurofisiologi: lokalisasi fungsi korteks serebri, penelitian refleksologi, dll.

[Source]

Read More...

Charles Robert Richet - Tokoh Ilmuwan Biologi

Charles Robert Richet, Tokoh Biologi, Ilmuwan BiologiCharles Robert Richet (25 Agustus 1850 – 4 Desember, 1935) adalah seorang ahli ilmu faal Perancis yang memulai berbagai penelitian seperti neurokimia (kimia saraf), hal pencernaan, regulasi suhu pada hewan berdarah panas atau homeotermis. Ia diberi gelar profesor di bidang ilmu faal oleh Collège de France pada tahun 1887 dan menjadi anggota Académie de Médecine pada 1898. Pada 1914, ia bergabung dengan Académie des Sciences.

Karya

Ia memenangkan hadiah nobel untuk bidang fisiologi dan kedokteran pada 1913 dengan karyanya mengenai anafilaksis (istilah darinya untuk kondisi reaksi alergi). Penelitian ini membantu menerangkan berbagai masalah medis seperti asma dan menjelaskan beberapa kasus intoksikasi dan kematian mendadak yang sebelumnya tidak dapat dimengerti.

Charles Robert Richet adalah sosok yang memiliki ketertarikan pada berbagai disiplin ilmu termasuk sejarah, sosiologi, filsafat, psikologi, seni drama dan sajak.

Ia juga menekuni bidang hipnosis. Pada 1891, Richet menyelesaikan Annales des sciences psychiques. Ia juga memiliki hubungan dengan para ahli supranatural pada masanya seperti Albert von Schrenck-Notzing dan Frederic William Henry Meyers. Pada 1905, ia menjabat sebagai presiden dari Society for Psychical Research di Britania Raya, dan menetapkan satu istilah baru, yakni "metafisika". Ia akhirnya menjadi presiden dari Institut Métapsychique International di Paris pada 1919, and full-time president in 1929. Karya Richet mengenai metafisika antara lain Traité de Métapsychique (1922), Notre Sixième Sens ("Indera Keenam Kita", 1928), L'Avenir et la Prémonition (1931), La grande espérance ("Harapan Besar", 1933).

[Source]

Read More...

Alphonse Laveran - Tokoh Ilmuwan Biologi

Alphonse Laveran, Tokoh Biologi, Ilmuwan BiologiCharles Louis Alphonse Laveran (18 Juni 1845 - 18 Mei 1922) adalah Fisikawan, Patolog, dan parasitolog Prancis yang menemukan parasit penyebab malaria pada manusia. Untuk ini dan pekerjaan pada penyakit protozoa ia menerima Hadiah Nobel Fisiologi atau Kedokteran pada tahun 1907.

Dididik di fakultas kedokteran Strasbourg, ia menjadi dokter bedah selama Perang Perancis - Prusia (1870-1871) dan mempraktekkan dan mengajarkan militer pengobatan sampai 1897, di mana ia menjadi anggota Institut Pasteur, Paris. Selama menjadi dokter bedah militer di Aljazair pada 1880, Laveran menemukan penyebab malaria dalam otopsi yang diadakannya pada korban malaria. Ia menemukan organisme kausatif menjadi protozoa yang dinamainya Oscillaria malariae, meski namanya kemudian diganti Plasmodium.

Laveran memiliki pengaruh kuat dalam pengembangan penelitian dalam ilmu kedokteran tropis, mengadakan kerja yang berhasil pada tripanosomiasis, leishmaniasis, dan penyakit protozoa lainnya, sebagaimana pekerjaan pentingnya pada malaria. Ia mendirikan Laboratorium Penyakit Tropis di Institut Pasteur (1907) dan Societe de Pathologie Exotique (1908).

Tulisan luas Laveran termasuk Trypanosomes et trypanosomiasis (dengan Felix Masnil; 1904); Traite des fievres palustres avec la description des microbes du paludisme (1884); dan Traite des maladies et epidemies des armees (1875).

[Source]

Read More...